Khoirunnisa'
Monday, April 18, 2011
PAKU KEMARAHAN
Suatu ketika ada seorang anak lelaki yg bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku dipagar belakang setiap kali dia marah.
Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah. Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar tsb.
Akhirnya tibalah hari dimana anak tsb merasa sama sekali bias mengendalikan amaranhya dan tdk cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kpd ayahnya yg kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dmn dia tdk marah.
Hari-hari berlalu dan anak2 lelaki itu pun akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Kemudian sang ayah menuntun anaknya ke pagar.
“Hmm, kamu telah berhasil dgn baik anakku, tapi lihatlah lubang2 di pagar ini. Pagar ini tdk akan pernah bs sama seperti sebelumnya. “Ketika kamu mengatakn sesuatu dalam kemarahan…kata2mu meninggalkan bekas seperti lubang ini dihati org lain”.
Kamu dapat menusukkan pisau pd seseorang lalu mencabut pisau itu kembali, tetapi td peduli beberapa kali km minta maaf, luka itu akan tetap ada dan luka krn kata2 adh sama buruknya dgn luka fisik.

<< Home