Khoirunnisa'

Monday, April 18, 2011

GARAM DAN TELAGA

Inspirasi 2

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yg bijak. Pd suatu pagi, datanglah seorang anak muda yg sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yg ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti org yg tak bahagia. Tanpa membuang waktu, org itu menceritakn semua masalahnya. Pak Tua yg bijak, hanya mendengarkannya dgn seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan.”Coba, minum ini, dan katakan bgaimn rasanya…”, ujar pak Tua itu.
“Pahit.Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.
Pak tua itu sedikit tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya itu untk berjalan ke tepi telaga did lm hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua org itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yg tenang.
Pak Tua itu lalu kembali menaburkan segenggam garam ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. “Coba ambil air dr telaga ini dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”.
“Segar…”sahut tamunya.”Apakah km merasakan garam di dalam air itu?”,Tanya pak Tua lg.
“Tidak”, jawab si anak muda.

Dengan bijak,pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di amping telaga itu.”Anak muda,dengarlah…Pahitnya kehidupan adh layaknya segenggam garam tak lebih dan tak kurang.Jumlah dan rasa pahit itu adh sama dan memang akan tetap sama.

“Tapi kepahitan yg qt rasakan akan sangat tergantung dr wadah yg qt miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dr perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pd hati kita. Jadi saat km merasakan kepahitan dan kegagalan dlm hidup, hanya ada satu hal yg bs km lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”

Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. “Hatimu adh wadah itu. Perasaanmu adh tempat itu. Kalbumu adh tempat km menampung segalanya.Jadi jgn jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yg mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”
posted by danny at 5:26 AM

<< Home